JAKARTA – Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mencatatkan posisi tersendiri dalam struktur Kepolisian Daerah Metro Jaya. Wakapolda Metro Jaya itu kini menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua.
Kenaikan pangkat tersebut menjadikan Dekananto sebagai satu-satunya Wakapolda Metro Jaya yang menyandang pangkat jenderal bintang dua. Pada umumnya, jabatan Wakapolda ditempati perwira tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau jenderal bintang satu.
Dekananto memperoleh kenaikan pangkat dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Kenaikan pangkat tersebut juga terjadi di tengah perubahan struktur kepangkatan di lingkungan Polda Metro Jaya. Saat ini, jabatan Kapolda Metro Jaya diemban Komjen Pol Asep Edi Suheri yang menyandang pangkat Komisaris Jenderal atau jenderal bintang tiga.
Perjalanan Karier
Dekananto bukan sosok baru di lingkungan Korps Bhayangkara. Perwira tinggi Polri ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 dan telah menjalani perjalanan karier di berbagai posisi strategis.
Semasa menempuh pendidikan di Akpol, Dekananto tercatat satu angkatan dengan Kapolda Kalimantan Barat.
Kariernya kemudian banyak berkembang di bidang intelijen dan keamanan. Pada 2012, Dekananto dipercaya mengemban jabatan sebagai Kapolres Tabanan.
Dua tahun kemudian, ia mendapat penugasan di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri sebagai Direktur Kehidupan Bernegara Direktorat Sosial dan Budaya.
Pengalaman di bidang intelijen terus mengantarkannya pada sejumlah jabatan penting. Dekananto kemudian dipercaya menjabat Direktur Intelkam Polda Jawa Timur.
Setelah itu, ia kembali mendapat penugasan sebagai Direktur Intelkam Polda Metro Jaya. Jabatan strategis lain yang pernah diembannya adalah Direktur Politik Baintelkam Polri.
Menjadi Wakapolda Metro Jaya
Dekananto selanjutnya dipercaya menduduki jabatan Wakapolda Metro Jaya pada 5 Agustus 2025. Dalam posisi tersebut, ia menggantikan Djati Wiyoto Abadhy.
Setelah lebih dari satu tahun menjalankan tugas sebagai Wakapolda Metro Jaya, Dekananto mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal.
Pangkat bintang dua tersebut membuat posisinya menjadi perhatian karena jabatan Wakapolda pada umumnya diemban oleh perwira tinggi dengan pangkat Brigjen.
Harta Kekayaan Rp762 Juta
Selain rekam jejak karier, harta kekayaan Dekananto juga tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan laporan terakhir yang disampaikan pada 16 Januari 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024, total harta kekayaan Dekananto tercatat sebesar Rp762 juta.
Nilai terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp400 juta. Selanjutnya, harta berupa alat transportasi dan mesin tercatat senilai Rp162 juta.
Dekananto juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp140 juta, sementara harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp60 juta.
Secara keseluruhan, jumlah aset yang dilaporkan dalam LHKPN tersebut mencapai Rp762 juta.
Perjalanan panjang Dekananto di berbagai jabatan strategis Polri, khususnya di bidang intelijen dan keamanan, menjadi bagian penting dari rekam jejaknya hingga dipercaya menjabat Wakapolda Metro Jaya dan kini menyandang pangkat jenderal bintang dua.